Tampilkan postingan dengan label Tokoh Komunikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh Komunikasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Juni 2010

Tifatul Sembiring : "Si Anak Panah Ke-3 PKS"

Dia salah seorang ‘anak panah’ (kader) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang siap diluncurkan ke mana saja oleh pemegang busur (Majelis Surya) selaku lembaga tinggi partai. Dia menjadi anak panah ketiga yang menerima estafet kepemimpinan PKS. Tifatul Sembiring dipercaya menjabat Ketua Umum DPP PKS menggantikan dan melanjutkan kepemimpinan Hidayat Nur Wahid yang mengundurkan diri setelah terpilih menjadi Ketua MPR.

Tifatul yang sebelumnya menjabat Ketua DPP PKS Wilayah Dakwah I (Sumatera) dipilih dan dilantik Majelis Surya menjadi Pjs Ketua Umum DPP PKS, Senin 11 Oktober 2004. Pria Batak Karo kelahiran Bukit Tinggi 28 September 1961, melanjutkan kepemimpinan PKS periode 2001-2005.

Kemudian dalam Musyawarah Majelis Syuro I Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berlangsung 26-29 Mei di Jakarta, Tifatul terpilih sebagai Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) periode 2005-2010.

Selain memilih Presiden Partai, Majelis Syuro juga memilih ketua lembaga- lembaga tinggi partai. KH Hilmi Aminuddin menjadi orang nomor satu di PKS sebagai Ketua Majelis Syuro, Surahman Hidayat dipilih sebagai Ketua Dewan Syariah Pusat, Suharna Surapranata sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Pusat, Tifatul Sembiring sebagai Presiden Partai, Muhammad Anis Matta sebagai Sekretaris Jenderal, dan Mahfudz Abdurrahman sebagai Bendahara Umum.

Dalam pidato pertamanya setelah terpilih secara definitif sebagai Presiden PKS,  Tifatul mengatakan, proses suksesi kepemimpinan di PKS bisa memberikan contoh bagi pembelajaran politik tentang cara berdemokrasi yang damai. Selain itu, proses suksesi kepemimpinan sebagai peristiwa penting di PKS ternyata bisa dilakukan dalam biaya yang lebih murah dibandingkan dengan pelaksanaan suksesi partai politik pada umumnya.

"Di PKS selalu seru sorong- sorongannya, saling menyilakan maju dan tidak ada kampanye untuk maju memimpin apalagi memakai politik uang," kata Tifatul menjelaskan.

Jabatan, bagi Tifatul, merupakan amanah yang pada akhirnya nanti harus dipertanggungjawabkan di padang mashar. "Dengan diamanahkannya beban jabatan ini, saya sendiri mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi rajiun," ujarnya.

Tifatul yakin PKS ke depan akan kembali melakukan lompatan besar. Untuk itu butuh kerja keras semua kader partai. Meskipun, tak akan membuat target khusus, tetapi PKS akan berusaha membuat peningkatan perolehan suara.
***
Partai kader yang digandrungi anak muda pencinta hati dan moral bersih ini memberi teladan bahwa para kader partai tidak pantas merangkap jabatan di partai manakala telah dipercaya menjabat di lembaga kenegaraan dan pemerintah (publik).

Partai terbuka yang membawa misi moral dan dakwah dalam waktu singkat berhasil melesatkan “anak panah” pertama Nur Mahmudi menjadi Menteri Kehutanan dan Perkebunan (Menhutbun) di era Presiden Abdurrahman Wahid, dan “anak panah” kedua Nur Wahid terpilih menjadi Ketua MPR RI periode tahun 2004-2009.

PKS adalah partai yang mempunyai disiplin kuat membedakan mana hak-hak publik dan mana hak-hak partai. Konflik kepentingan dan perangkapan antara jabatan publik dan jabatan partai adalah tabu. Sikap itu pernah segera dibuktikan oleh Nur Mahmudi yang ketika ditunjuk menteri mundur sebagai Presiden PKS, demikian pula Nur Wahid usai terpilih 5 Oktober resmi mundur per 11 Oktober 2004. Untuk sementara Tifatul masih merupakan “anak panah” yang sedang disiapkan oleh sang pemegang “tali busur” untuk suatu ketika dilesatkan kemana saja sesuai kebutuhan partai dan demi kemaslahatan umat.

Dianggap berhasil
Kemunculan Tifatul menjadi pengganti Nur Wahid mengejutkan banyak pihak. Namun bagi Majelis Surya PKS mengetahui track record Tifatul, hal ini bukan mengejutkan. Dia kader yang berhasil menggelontorkan 380 kursi parlemen se-Sumatera ke pada Pemilu Legislatif 5 April 2004 menjadi milik PKS. Dia pula kader yang dipercaya tampil dalam lobi politik sebelum partai ini menjatuhkan pilihan mendukung pasangan SBY-MJK dalam Pilpres putaran kedua, setelah pada Pilpres pertama 5 Juli 2004 mendukung pasangan Amin Rais-Siswono Yudohusodo.

Sebagai Ketua DPP Wilayah Dakwah (Wilda) I Sumatera membawahi 10 propinsi di Pulau Sumatera, dengan mengusung 52.000 kader PKS se-Sumatera Tifatul Sembiring dianggap berhasil meraih total 380 kursi parlemen. Diantaranya, sebanyak 17 kursi di DPR RI Senayan, 57 kursi di DPRD I seluruh propinsi Sumatera, dan sisanya di DPRD II Kabupaten/Kotamadya seluruh Sumatera. Jumlah ini adalah sepertiga dari total 1.112 kursi parlemen di semua tingkatan yang berhasil diraih PKS di seluruh Indonesia.

Perihal lobi politiknya kepada pasangan SBY-MJK, Tifatul mengakui awalnya ia yang didampingi Sekjen PKS Anis Matta berhasil mengadakan komunikasi politik agar pada Pilpres pertama 5 Juli 2004 PKS ada di barisan SBY-MJK. Sayangnya, lobi itu belum bisa diterima segenap pimpinan partai. Sebab terbukti, berdasarkan mekanisme internal organisasi partai, di hari terakhir sebelum masa tenang PKS baru bisa memutuskan sikap politik untuk mendukung Amin Rais-Siswono Yudohusodo. Pasangan ini ternyata tak didukung efektif oleh rakyat kebanyakan sebab hanya menempati urutan keempat perolehan suara di bawah pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Muhammad Jusuf Kalla, Megawati Soekarnoputri-KH Hasyim Muzadi, dan pasangan Wiranto-Salahuddin Wahid.

Komunikasi politik kepada SBY-MJK kembali diteruskan Tifatul. Kali ini, menjelang Pilpres kedua 20 September 2004 yang hanya menyisakan dua pilihan pasangan ia disertai Irwan Prayitno. Hasil lobi lanjutan bisa diterima oleh Majelis Syuro dan pimpinan PKS. Sehingga jauh-jauh hari PKS sudah angkat bendera penuh mendukung pasangan SBY-MJK. Kendati sebagai “penumpang” terakhir kontrak politik yang dibuat Tifatul efektif menguntungkan sekali bagi kedua belah pihak. Dalam kontrak PKS memperoleh beberapa jatah kursi strategis di kabinet.

Pasangan SBY-MJK berhasil meraih suara terbanyak sebagai pemenang Pemilu. Sebagai the ruling party “anak-anak panah” PKS siap dilesatkan ke mana saja dan kapan saja. Salah satu bukti awalnya adalah Hidayat Nur Wahid. Atas restu dan dukungan SBY-MJK bersama Partai Demokrat (PD), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Kebangsaan (PPP), Partai Bulan Bintang (PBB), dan partai-partai lain yang tergabung dalam koalisi kerakyatan ditambah sejumlah anggota DPD, Hidayat Nur Wahid pada pemilihan 6 Oktober 2004 berhasil meraih kursi pimpinan MPR berbeda tipis dua suara saja dari Sutjipto dari Koalisi Kebangsaan.

Walau partai baru dalam waktu singkat PKS sudah tergolongkan ke dalam kelompok elit, atau sebagai the ruling party partai penguasa. Karena sebagai partai penguasa Tifatul berjanji dan menjamin tak akan melengserkan Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono di tengah jalan, seperti pernah dialami Gus Dur. Kendati “hanya” sebagai pimpinan sementara Tifatul pasti akan memberi banyak warna kepada partai dan peta perjalanan politik nasional, paling tidak hingga berlangsung Mukhtamar April 2005 untuk memilih pimpinan baru PKS yang definitif.

Politik sebagai ibadah
Tifatul Sembiring adalah ayah dari tujuh orang anak hasil pernikahannya dengan Sri Rahayu, wanita asal Karanganyar. Tifatul bersama Nur Mahmudi Ismail dan Hidayat Nur Wahid adalah tiga dari antara 50 orang pendiri Partai Keadilan (PK), partai yang menjadi cikal bakal PKS. PK pada Pemilu 1999 tidak lolos electoral threshold batas dua persen sehingga untuk bisa maju kembali pada Pemilu 2004 PK harus bermetamorfosa menjadi partai baru. Lahirlah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Tifatul mengaku menerima mandat memimpin PKS secara mendadak. Hanya tiga hari sebelum diserahterimakan, dilantik, dan diumumkan resmi ke masyarakat luas 11 Oktober, persisnya pada Jumat 8 Oktober 2004 malam hari. “Anak panah” Tifatul dilesatkan menjadi presiden partai oleh “tali busur” yang terdiri Majelis Pertimbangan Partai, Majelis Syura, Dewan Syariah Pusat, dan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid. “Saya dan istri saya baru tahu malam Sabtu. Keputusan itu sudah diambil dan dimandatkan kepada saya setelah shalat magrib,” kata Tifatul, kepada Azhar Azis dari Indo Pos.

Tifatul menanggapi pemberian mandat sebagai biasa-biasa saja sebab tidak ada yang istimewa dalam setiap proses peralihan kepemimpinan di PKS. Namun karena yang menerima mandat adalah dirinya sendiri maka disertai pula rasa takut. “Kalau di PKS, kita justru takut menerima jabatan. Karena itu, tidak ada kader yang mau melakukan kampanye positif untuk pencalonannya. Tetapi, kita seperti anak panah yang siap diluncurkan ke mana saja oleh sang pemegang tali busur, yaitu Majelis Syura dan lembaga tinggi partai,” jelas Tifatul.

Rasa takut muncul pada diri Tifatul sebab ia tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Dirinya kaget saat mengetahui telah ditunjuk sebab sepanjang memegang jabatan sementara hingga enam bulan ke depan ia menjadi harus berhati-hati dalam mengambil setiap tindakan dan kebijakan partai.

Di sisi lain ia merasakan biasa-biasa saja sebab demikianlah halnya iklim demokrasi di PKS. Tidak ada yang istimewa dalam setiap proses peralihan pimpinan PKS. Bahkan, istri dan anak-anaknya sudah maklum akan pola kerja PKS yang sedemikian tangkas. Sejak pertama kali aktif, saat masih bernama PK Tifatul sudah sering berada di luar rumah.

Sebagai Humas PK ia selalu harus berada disamping Sang Presiden Nur Mahmudi Ismail, diminta untuk mendampingi. Berada di luar rumah hingga 17 hari lamanya mudah dipahami alasannya oleh seluruh anggota keluarga, yang menganggap pekerjaan politik di PKS sebagai ibadah dan pengabdian kepada umat.

Tifatul beribadah dan mengabdi kepada umat melalui karir politik PKS berjalan secara mulus. Urusan kebutuhan keluarga sudah ditopang oleh kelancaran usaha penerbitan milik Tifatul. Dia adalah direktur merangkap penulis pada perusahaan penerbitan Asahuddin Press, Jakarta, miliknya.

Demikian pula istrinya, Sri Rahayu tergolong aktif menulis tentang kewanitaan. Dua buah bukunya, “Bila Muslimah Berpolitik” dan “Ketika Aku Mencintaimu”, sudah diterbitkan oleh Gema Insani Press. Tifatul pertamakali mengenal Sri Rahayu, istrinya, itu di arena dakwah kampus. Tifatul awalnya adalah aktivis dakwah kampus yang menebarkan syiar Islam. Di forum mulia itulah untuk pertama kali Tifatul, pria Batak Karo kelahiran Bukittinggi dipertemukan sekaligus berkenalan dengan gadis asal Karanganyar, Sri Rahayu.

Ketujuh putra-putri buah cinta pernikahan Tifatul-Sri Rahayu adalah si sulung Sabriana pelajar kelas 2 SMU, dan Fathan kelas 1 SMU. Selanjutnya adalah Ibrahim, Yusuf, Fatimah, Muhammad, dan si bungsu Abdurrahman yang masih berusia 2 tahun 8 bulan.

Sesibuk apapun perjalanan karir politik berupa ibadah dan dakwah, Tifatul selalu berusaha menyediakan waktu khusus kepada seluruh anggota keluarga. Rapat keluarga seringkali digelar untuk mendengarkan masukan dan kritikan dari anak-anak. Hasilnya, kendati sering berada di luar rumah keseluruhan anaknya tak merasa terasing atau teralienasi dari kegiatan Tifatul yang rajin berdakwah.

Tifatul adalah insinyur komputer lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer (STI&K) Jakarta, yang sejak tahun 1982 bekerja di PT PLN Pusat Pengaturan Beban Jawa, Bali, dan Madura. Tugasnya menggarap bidang telekomunikadi dan data processing. Tahun 1989 ia mengundurkan diri dari pekerjaan mapan itu hanya untuk berdakwah. Sejak aktif berdakwah di kampus jiwa mubaligh sudah tertanam dalam diri Tifatul.

Pekerjaan di PLN begitu menyita waktu Tifatul sehingga tidak sempat berinteraksi dengan sesama untuk berdakwah. Berangkat kerja jam enam pagi lalu pulang jam enam sore sudah dalam kondisi kelelahan. Interaksi dengan masyarakat sekitar menjadi minim sekali, padahal, dalam Islam sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang memberikan manfaat kepada orang lain.

Sejak tahun 1990 aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) ini bergabung dengan Yayasan Pendidikan Nurul Fikri, serta dengan Korps Mubaligh Khairu Ummah, hingga sekarang. Tifatul juga menyempatkan diri berkunjung ke Pakistan selama enam bulan untuk mengasah wawasan berpikir politik di International Politic Center for Asian Studies Strategic Islamabad, Pakistan.

Tifatul terus saja merangkai jaringan dakwah kampus. Begitu tiba era multi partai, bersama Nur Mahmudi dan Nur Wahid ia berada bersama 50 kader pendiri Partai Keadilan (PK), di tahun 1998. Sejak itu resmilah Tifatul menggeluti politik praktis sebagai salah satu model ibadah dan dakwah yang baru. Awalnya ia menjabat Humas partai yang mengharuskannya selalu mendampingi Presiden Nur Mahmudi.

Menjelang Mukhtamar, Tifatul ditugaskan sebagai Wakil Sekjen PKS, dan pasca mukhtamar diangkat mendapat mandat sebagai Ketua DPP Wilayah Dakwah I Sumatera. Jabatan, mandat, dan amanah itu berhasil dipertanggungjawabkan Tifatul dengan menggelontorkan sepertiga total kursi palemen milik PKS berasal dari wilayah dakwah pimpinannya.  ►e-ti/ht


BIO DATA
 Nama:
Tifatul Sembiring
Lahir:
Bukittinggi, 28 September 1961
Istri:
Sri Rahayu
Anak:
1. Sabriana Sembiring
2. Fathan Sembiring
3. Ibrahim Sembiring
4. Yusuf Sembiring
5. Fatimah Sembiring
6. Muhammad Sembiring
7. Abdurrahman Sembiring

Pengalaman Organisasi:

  •  Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS),periode 2005-2010
  • Pejabat Sementara Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Oktober 2004-April 2005
  •   Ketua DPP PKS Wilayah Dakwah I Sumatera
  •   Humas Partai Keadilan
  • Pendiri PartaiKeadlan (PK)
  • Aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII)
  • Aktivis Yayasan Pendidikan Nurul Fikri, 1990
  • Aktivis Korps Mubaligh Khairu Ummah

Pekerjaan:

  • Direktur Asaduddin Press, Jakarta
  • PT PLN Pusat Pengaturan Beban Jwa, Bali, Madura 1982-1989

Pendidikan:

  • Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer (STI&K) Jakarta
  • International Politic Center for Asian Studies Strategic Islamabad, Pakistan

Alamat Rumah:
Kompleks Pondok Mandala II Blok N-1, Cimanggis, Depok, Jawa Barat

Alamat Kantor:
Kantor Pusat DPP Partai Keadilan Sejahtera
Gedung Dakwah Keadilan
Jl. Mampang Prapatan Raya No. 98 D-E-F
Jakarta Selatan, Indonesia
Telp +62-21-7995425
Fax +62-21-7995433

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

Rabu, 17 Februari 2010

TOKOH YANG BERJASA DALAM KOMUNIKASI

1. Nabi Muhammad SAW.
Biografi singkat Muhammad.
Muhammad lahir pada tanggal 11 Rabiul Awal pada tahun 570 M, atau bertepatan dengan ekspansi raja Abrahah dengan menggunakan pasukan gajah ke kota Mekkah untuk menghancurkan ka’bah –simbol suci tempat peribadatan kaum muslim- ia dilahirkan di kota Mekkah, di bagian agak selatan Jazirah Arabia, suatu tempat yang waktu itu merupakan daerah yang paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni maupaun ilmu pengethauan. Ayahnya bernama Abdullah dan ibunya bernama Aminah Muhammad telah menjadi yatim–piatu di umur enam tahun, dibesarkan oleh kakek dan pamannya dalam situasi sekitar yang sederhana dan rendah hati. Muhammad seorang ummi seorang yang buta hurup dan buta tulis
Pada umur 40 tahun, Muhammad diangkat seorang rosul /komunikator hasil dari perenungan (tahanus) beberapa hari dig au hiro, sampai tibanya malaikat jibril yang menyampaikan risalah Allah SWT kepada Muhammad dengan lapadz pertama; Iqra!. Sejak itulah Muhammad telah menjadi seorang Nabi dan Rosul, selama tiga tahun Muhammad hanya menyebar agama terbatas pada kawan-kawan dekat dan kerabatnya, .
Tatkala memasuki tahun 613 dia muali tampil di depan public. Begitu dia sedikit demi sedikit punya pengikut, penguasa Mekkah memandang sebagai orang yang berbahaya, pembikin onar. Di tahun 622, cemas terhadap keselamatannya, Muhammad hijrah ke Madinah, kota di uatara Mekkah berjarak 200 mil. Di kota itu Muhammad ditawari posisi kekuasaan politik yang meyakinkan.
Peritiwa hijrah ini merupakan titik balik penting bagi kehidupan Nabi. Di Mekkah di susah memperoleh sejumlah kecil pengikut, dan di Madinah pengikutnya makin bertambah sehingga dalam tempo cepat Muhammad dapat memperoleh pengaruh yang menjadikannya seorang pemegang kekuasaan yang sesungguhnya. Pada tahun-tahun berikutnya sementara pengikut Muhammad bertumbuhan bagai jamur, serentetan pertempuran pecah antara mekah dan Madinah. Peperangan ini berakhir tahun 630 M dengan kemenangan pada pihak Muhammad, kembali ke Mekkah selaku penakluk, Sisa dua setengah tahun dari hidupnya dia menyaksikan kemajuan luarbiasa dalam hal cepatnya suku-suku Arab memeluk Agama Islam. Dan tatkala Muhammad wafat tahun 632 M dalam usia 63 tahun, Muhammad sudah memastikan dirinya selaku penguasa efektif seantro jazirah Arab bagian selatan.
Sampai sepeninggalnya, kejayaan islam tidak padam bahakan Islam menemukan kejayaan yang amat besar, Isalm tersebar kesluruh pelosok dunia, hingga saat ini Islam masih dan akan tetap eksis dan berjaya sampai hari akhir nanti.
Konsep komunikasi yang digunakan oleh Muhammad.
Tak bisa dipungkiri lagi bagaimana kapabelitas Muhammad sebagai seorang komunikator ulung, dengan segala kecerdasannya Muhammad mampu mengajak seseorang bahkan sekelompok orang untuk mengikuti jalannya. Ia tahu betul kapan komunikasi secara tidak langsung (dakwah sir/sembunyi-sembunyi) atau komunikasi secara langsung (dakwah zahar/ terang-terangan)
Dari araian di atas ukankah ini bagian dari proses komunikasi, seorang Muhammad adalah komunikator dan orang-orang kafir dan musyrik adalah komunikan, sedangkan pesannya adalah tauhid terhadap Allah SWT feedback dari proses komunikasi (dakwah) ini adalah mengkitunya seseorang pada apa yang dikatakan Muhammad atau masuk islam.
Secara tidak sadar muhhammad telah menjalankan proses komunikasi yang ideal, dengan wahyu Allah SWT menjadi pegangan Muhammad menjadi seorang komunikator yang sama sekali tidak pernah salah dan cela –Muhammad adalah seorang yang makshum atau dilindungi dan terjaga dari al-hal yang salah oleh Allah SWT
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik…”. (Q.S. An-Nahl:125)
Inilah yang menjadi inti konsep komunikasi yang dijalankan oleh Muhammad. Ada tiga tahapan komunikasi dilihat dari metode dan cara tempuh untuk kesuksesan berkomunikasi, yaitu:
1) Bil hikmah, dengan hikmah atau pengetahuan yang baik dan memcukupi. Proses komunikasi dapat berhasil manakala seorang komunikator cukup “bekal” baik untuk mengenal komunikan ataupun pengetahuan tentang komuniaksi itu sendiri. Dengan hikmah berarti seseorang talh siap segalanya, ilmu tentang komunikasinya, ilmu psikologinya serta ilmu-ilmu yang lain yang mendukung terciptanya komunikasi yang berhasil.
2) Mauditul hasanah, dengan pelajaran yang baik. Artinya seorang komunikator dalam komunikasi dengan komunikan menggunakan metode kehalusan dan kelemahlembutan agar para komunikan dapat menangkap isi dan esensi apa yang disampaikan oleh komunikator.
3) Jadalah, atau berdebat artinya jika proses dan metode komunikasi yang diatas belum juga berhasil dengan apa yang diharapakn maka langkah yang dimabil adalah jadalah, atau berusaha semaksimal mungkin apapun caranya, baik denganmenggunakan media, sarana dan perantara agar proses komunikasi berhasil.
Itulah yang menjadi modal dasar Muhammad dalam melakukan proses komunikasi, yang menjadi catatan bagi kita bahwa, keberhasilan sebuah komunikasi manakala seorang komuikan (yang diajak/lawan komunikasi) mampu menangkap apa yang disampaikan oleh seorang komunikator, pada akhirnya seorang komunikan akan memberikan feedback dengan mengikuti apa yang kita sampaikan atau kita seru/.ajak.
Tak pelak dan tidak terbantahkan lagi bahwa Muhammad telah menjadi seorang komunikator yang handal dengan konsep dan pemikiran-pemikirannya. Muhammad saya tempatkan pada urutan yang pertama untuk tokoh yang paling berjasa dalam dunia komunikasi sebab Muhammad telah mampu meraalisasikan kponsep-konsep tak sekedar kata-kata tapi menjadi hal yang nyata, dan ini tidak ditemukan pada tokoh-tokoh komunikasi lainnya yang hanya kata-kata dan pemikiran menjadi konsep belaka tanpa bukti dan perealisasian oelh dirinya sendiri secara konkret. Sehingga konsep tersebut merupakan hasil dari perenungan dan pemahaman seseorang buakn berdasarkan pada kenyataan.
Maka sudah saatnya, jika kita ingin menjadi seorang komunikator yang handal sudah saatnya kita berguru pada Muhammad. Kaum muslim boleh bagga dengan mempunyai seorang tokoh no.1 yang paling berpengaruh di dunia (seratus tokoh yang paling berpengaruh di dunia, Michael Heart) dan tokoh yang paling berjasa dalam dunia komunikasi (Versi Oki sukirman). Konsep dan pemikiran muhammad secara tidak langsung menginspirasi dan mengilhami tokokh-tokoh baik muslim ataupun non-muslim dalam menelurkan konsep dan pemikiran yang berhubungan dengan komunikasi. Dan tentu yang menjadi kitab wajib untuk pegangan menjadi seorang komunikator handal adalah mengacu pada ”warisannya” yaitu Al-Quran dan As-Sunnah.


2. Aristoteles.
Biografi singkat Aristoteles.
Nama:
Aristoteles
Lahir:
Stagirus, Macedonia, 3384 sM
Meninggal:
Chalcis, Yunani, 322 sM
Ayah:
Nicomacthus (Dokter di istanan Amyntas II, raja Macodenia, kakek Alexander Agung)
Istri:
Pythias
Hepryllis
Anak:
Nicomachus ( sama dengan nama ayahnya)
Julukan:
- Ahli filsafat terbesar di dunia sepanjang zaman.
- Bapak peradaban barat.
- Bapak ensiklopedi.
- Bapak ilmu pengetahuan atau guru (nya) para ilmuan.
Penemuan:
- Logika (Ilmu mantic: pengethaun tenatng cara berpikir dengan baik, benar, dan sehat.
- Biologi, fisika, botano, astronomi, kimia, meteorology, anatomi. Zoology, embriologi, dan psikologi eksperimental.
Pendiri.
- Akademi di assus.
- Akademi di Mytillene.
- Akademi di Lyceum, Athena, 335 sM.

Istilah-istilah ciptaan aristoteles masih dipakai samapai sekarang:
Informasi, relasi, energi, kuantitas, kualitas, individu, substansi, materi, esensi, dsb.
Ahli filsafat terbesar di dunia sepanjang zaman, bapak peradaban barat, bapak eksiklopedi, bapak ilmu pengetahuan, atau guru(nya) para ilmuwan adalah berbagai julukan yang diberikan pada ilmuan ini. Berbagai termuannya seperti logika yang diebut juga ilmu mantic yaitu pengethaun tentang cara berpikir dengan baik, benar, dan sehat, membaut namanya begitu dikenal oleh setiap orang di seluruh dunia yang pernah mengecap penididkan.
Pria yang lahir di Stagmirus, Macedonia. Pada tahun 384 sM. Inilah orang pertama di dunia yang dapat membuktikan bahwa bumi bulat. Pembuktian yang dilakukaknya dengan jalan meliaht gerhana.
Sepluh jenis kata yang dikenal orang saat ini seperti. Kata kerja, kata benda, kata sifat dan sebagainya merupakan pembagian kata hasil pemikirannya. Dia jugalah yang mengatakan bahwa manusia adalah mahluk social.
Ayahnya yang bernama Nicomachus, seorang dokter di sitana Amyntas III, raja Mecodinia, kakek Alexander Agung. Meninggal ketika Aristoteles berusia 15 tahun. Karennanya, ia kemudia dipelihara oleh proxenus, pamanya- saudara dari ayahnya, pada usia 17 tahun ia masuk akademi milik plato di Athena. Dari situlahia kemudian menjadi murid plato selama 20 tahun
Dengan meninggalnya plato pada tahun 347 sM. Aristoteles meninggalkan Athena dan mengembara selama 12 tahun. Dalam jenjang waktu itu ia mendirikan akademi di Assus dan menikah dengan Pythias yang tak lama kemudian meninggal. Ia lalu menikah lagi dengan Herpyllis yang kemudian melahirkan baginya seorang anak laki-laki yang ia beri nama Nicomachus seperti ayahnya. Pada tahu-tahun berikutnya ia juga mendirikan akademi di Mytilele. Saat itulah ia sempat jadi guru Alexander Agung selama 3 thun.
Di Lyceum, Athena pada tahuan 355 sM. Ia juga mendirikan semacam akademi. Di sinilah ia selama 12 tahun memberikan kuliah, berpikir, mengadakan riset dan eksperimen serta membuat catatan-catatn dengan tekun dan cermat.
Pada tahun 323 sM Alexander Agung meninggal. Karena takut di bunuh orang yunani yang membenci pengikut Alexander, Aristoteles akhirnya melarikan diri ke Chalcis. Tapi ajal emmang tal menganl tempat. Mau bersembunyi kemanapun, kalau ajal sydah tiba tidak ada yang bisa menolak. Demikian juga dengan tokoh ini, satu tahun setelah pelariannya ke kota itu, yaitu tepatnya pada tahun 322 sM, pada usia 62 tahun ia meninggal juga di kota tersebut, Chalcis Yunani..

Konsep komunikasi yang digunakan oleh Aritoteles.
Model yang disuguhkan oleh Aristoteles pada dasarnya adalah model komunikasi paling klasik, model ini disebut model retoris (rhetorical model). Inti dari model komunikasi ini adalah persuasi, yaitu komunikasi yang terjadi ketika seorang pembicara menyampaikan pembicaraanya kepada khlayak dalam upaya mengubah sikap mereka. Aristoteles adalah filsof Yunani tokoh paling dini mengkaji komunikawsi sehingga ia berjasa dalam merumuskan model komunikasi verbal pertama. Aristoteles mengemukakan 3 unsur dasar komunikasi yaitu pembicara (speaker), pesan (message),dan pendengar.
Aristoteles memfokuskan komunikasi pada komunikasi retoris atau yang saat ii dikenal dengan komunikasi public (public speaking)atau pidato. Sebab pada masa itu seni berpidato merupakan suatu keterampilan penting yang digunakan dio pengadilan dan di masjlis legislatilatur dan pertemuan-pertemuan masyarakat.
Oleh karenanya publis speaking atau pidato melibatkan persuasi. Menurutnya persuasu dapat dicapai oleh siapa anda (etos –kepercayaan anda), argument anda (logos –logika dalam pendapat anda) dan dengan memainkan emosi khalayak) singkatnya factor yang menentukan efek persuasive suatu pidato meliputi inti pidato, susunannya, cara penyampaiannya, dan peran khalayak pendengar.
Model komunikasi yang dikemukakan oleh Aristoteles memang sederhana, malah terlalu sederhana jika dibandingkan dengan model-model yang diebrikan tokoh yang lain, karena memuat unsur-unsur lainnya yang dikenal dalam model komunikasi seperti saluran umpan balik, efek dan kendala/gangguan.komunikasi. meskipun demikian, model ini dapat merangsang pertanyaan penting misalnya unsure-unsur apa yang harus ada dalam pidato agar persuasive bagi khalayak? Apakah bentuk susunan pidato tertentu lebih baik dari bentuk lainnya? Apakah gaya bahsa dalam suatu pidato mempengaruhi derajat persuasuif?
Salah satu kelemahan model ini adalah bhwa komunikasi dianggap sebagai fenomena statis. Seorang berbicara pesannyaberjalan pada khalayak dan khalayak mendengarkan tahap-tahap dalam peristiwa ini berurutan alih-alih terjdi secara simultan. Selain itu juga moel ini tidak dibahasnya aspek-aspek nonverbal dalam persuasi.
Pada dasarnya komunikasi yang diberikan oleh Aristoteles telah mengilhami para pakar komunikasi lainnya untruk merangsang model-model komunikasi yang lebih baru. Yakni tetap mengandung 3 unsur yang sama yani suber yang mengirimkan pesan-pesan yang dikirim dan penerima pesan tersebut.

3. Harold Lasswell.
Konsep komunikasi yang digunakan oleh Harold Lasswell.
Pada intinya model yang dikemukakan oleh Laswell menggambarkan proses komunikasi dan fungsi-fungsi yang diembannya dalam masyarakat. Laswell mengemukakan e hal, pertama, pengawasan lingkungan, kedua, korelasi berbagai bagian terpisah dalam masyaakat yang meresponsnya lingkungan, ketiga, transmisi warisan social dari suatu generasi ke generasi lainnya.
Selanjutnya ada 3 kelompok spesialis yang bertanggung jawab melaksanakan fungsi-fungsi ini, misalnya pimpinan politik dan diplomat, yang termasuk kedlama kelompok pengawas lingkunagn, pendidik, jurnalis dan penceramah membantu mengkorelasikan atau mengumpulkan respons orang-orang terhadap informasi baru. Anggota keluarga dan penididk sekolah mengalihkan warisan soisal.
Selain itu menurutnya bahwa tidak semua komunikasi bersifat 2 arah, engan suatu aliran yang lancer dan umpan balik yang terjadi antara pengriim dan penerima.
Dalam masyarakat yang kompelks banyak informasi yang disaring oleh pengendali pesan-Editor, penyensor atau propagandis yang menerima informasi menyampaikannya kepada public dengan beberapa perubahan dan penyimpanannya.
Model Lasswell sering diterapkan dalam komuniaksi massa. Model tersebut mengisyaratkan bahwa lebih satu saluran dapat membawa pesan. Unsure sumber (who) merangsang pertanyaan mengani pengendalian pesan sedangkan unsure pesan (say what) merupakan bahan untuk analisis isi. saluran komunikasi (in which channel) dikaji dalam analisis media. Unsure peneriam (to whom) dikaitkan dengan analisis khalayak. Sementara unsure pengaruh (with what effect) jelas berhubungan dengan studi mengenai akibat yang ditimbulakan pesan komunikasi masssa pada khalayak pembaca, pendengar dan pemisrsa.
Model lasswell ini dikritik karena model itu tampaknya mengisyaratkan kehadiran komunikator dan pesan yang bertujuan. Model ini dianggap terlalu menyederhanakan masalah, tetapi seperti setiap model yang baik, model ini memfokuskan perhatian pada aspek-aspek yang penting komunikasi.
 
4. Shannon & Weaver.
Konsep komunikasi yang digunakan oleh Shannon & Weaver.
Salah satu model komunikasi yang dikemukakan Calude Shannon dan Weaver pada tahun 1949 dalam bukunya The mathematical theory of communication. Model yang sering disebut model matematis atau model teori informasi itu mungkin adalah model yang pengaruhnya peling kuat atas model dan teori komunikasi lainnya. Shannon adalah seorang insinyur pada Bell telephone dan ia berkepentingan dengan penyampaian pesan yang cermat melalui telepon. Weaver mengembangkan konsep Shannon untuk menerapkannya pada semua bentuk komunikasi. Model Shannon dan weaver ini menyoroti problem penyampaian pesan berdasarkan tingkat kecermatannya. Model Shannon dan Weaver mengamsusikan bahwa sumber informasi menghasilakn suatu pesan untuk dikomunikasikan dari seperangkat pesan yang dimungkinkan pemancar (transmitter) mengubah pesan menjadi suatu sinyal yang sesuai dengan saluran yang digunakan. Saluran (channel) adalah medium yang mengirimkan sinyal (tanda) dari transmitter ke peneriam (receiver) yakni mekanisme pendengaran melakukan operasi yang sebaliknya dilakukan transmitter dengan merekontruksi pesan dari sinyal sasaran (destination) adalah (otak) orang yang menjadi tujuan pesan itu.
Suatu konsep penting dalam model Shannon dan Weaver ini adalah gangguan (noise) yakni setiap rangsangan tambahan dan tidak dikehendaki yang dapat mengganggu kecermatan pesan yang disampaikan. Menurut Shannon dan Weaver, gangguan ini selalu ada dalam saluran bersama pesan tersebut yang diterima oleh penerima. Ahli-ahli komunikasi memperluas konsep ini pada gangguan psikologis dan gangguan fisik.
Konsep lain yang merupakan andil Shannon dan Weaver adalah netropi (entropy) dan redundansi (redundancy) serta keseimbangan yang diperlukan diantara keduanya untuk menghasilkan komunikasi yang effisien dan pada saat yang dam mengatasi gangguan dalam saluran. Singkatnya, semakin banyak gangguan semakin besar kebutuhan akan redudansi yang mengurangu entropi relative pesan. Dengan menggunakan redundansi untuk mengatasi gangguan dalam saluran, jumlah informasi yang adapt ditransmisikan treduksi pada suatu saat tertentu.
Model Shannon dan Weaver diterapkan pada kontek-kontekj komunikasi lainnya seperti kouminkasi natar pribadi, komunikasi public, atau komunikasi massa, sayangnya model ini juga memberikan gambaran yang parsial menbgenai proses komunikasi. Salin itu, komunikasi dipandang sebagai fenomena statis dan satu arah, juga tidak ada konsep umpan balik atau transaksi yang terjadi dalam penyandian dan penyandian-balik dalam model tersebut.
 
5. Wilbur Schramm.
Konsep komunikasi yang digunakan oleh Wilbur Schramm.
Wilbur Schramm membaut serangkai model komunikasi, dimulai dengan model komunikasi manusia yang sederhana (1954). Lalu model yang lebih rumit yang memperhitungkan pengalaman dua individu yang mencoba berkomunikasi, hingga ke model komunikasi yang dianggap interkasi dua individu. Medel pertama mirip dengan model Shannon dan Weaver. Dalam modelnya yang kedua Wilbur Schramm memperkenalkan gagasan bahwa kesamaan dalam bidang pengalaman sumber dan sasaran-lah yang sebenarnya dikomunikasikan, karena bagian sinyal itulah yang dianut sama oleh sumber dan sasaran. Model ketiga Wilbur Schramm menganggap komunikasi sebagai interaksi dengan dua pihak yang menyandi, menafsirkan, menyandi-balik, mentransmisiskan, dan menerima sinyal. Menurut Wilbur Schramm, komunikasi senantiasa membutuhkan setidaknya tiga unsure: sumber (source), pesan (message), dan sasaran (destination).
Wilbur Schramm berpendapat, meskipun dalam komunikasi lewat radio atau telepon encoder dapat berupa mikrofon dan dekoder adalah earphone, dalam komunikasi manusia, sumber dan encoder adalah satu orang, sedangkan dekoder dan sasarna adalah seorang lainnya, dan sinyalnya adalah bahasa. Untuk menuntaskan suatu tindakan komunikasi (communication act), suatu harus disandi-balik.
Menurut Wilbur Schramm, seperti ditunjukan model ketiganya, jelas bahwa setiap orang dalam proses komunikasi adalah komunikasi sebagai encoder dan decoder.
Proses kembli dalam model diatas disebut umpan balik (feed-back), yang memainkan peran sangat penting dalam komunikasi karena hal itu memberi tahu kita bagaimana pesan kita ditafsirkan, baik dalam bentuk kata-kata sebagai jawaban, anggukan kepala, gelengan kepala, kening berkerut, menguap, wajah yang melengos, dan sebagainya.

6. Theodore Newcomb (1953)
Konsep komunikasi yang digunakan oleh Theodore Newcomb.
Theodore Newcomb memandang komunikasi dari perspektif psikologi-sosial.modelnya mengingatkan kita paa diagram jaringan kelompok yang dibuat oleh para psikolog social dan merupakan formulasi awal mengani konsistensi kognitif. Dalam model komunikasi tersebut- yang sering diebut juga dengan model ABX atau moel simetri- Theodore Newcomb menggambarkan bahwa seseorang, A, menyampaikan informasi kepada seorang lainnya, B, mengenal sesuatu, X. model tersebut mengamsusikan bahwa orientasi A (sikap) terhadap B dan terhadap X saling bergantung, dan ketiganya merupakan suatu system yang terdiri dari empat orientasi.
Orientasi A terhadap X, yang emliputi sikap terhadap X sebagai objek yang ahrus didekati atau dihindari dan atribut kognitif (kepercayaan dan tatanan kognitif)
Orientasi A terhadap B, dalam pengertian yang sama.
Orientasi B terhadap X.
Orientasi B terhadap A.
Dalam model Theodore Newcomb, komunikasi adalah suatu cara yang lazim dan efektif yang memungkinkan orang-orang mengorienyasikan diri terhadap lingkungan mereka. Ini adalah suatu model tindakan komunikatif dua-orang yang disengaja (intensional). Model ini mengisyaratkan bahwa setiap system apapun mungkin ditandai oleh suatu keseimbangan kekuatan-kekuatan dan bahwa setiap perubahan dalam bagian mana pun dari system tersebut akan menimbulkan suatu ketegangan terhadap keseimbangan atau simetri, karena ketidakseimbangan atau kekurangan simetri secara psikologis tidak menyenangkan dan menimbulkan tekanan internal untuk memulihkan keseimbangan. X
 
7. Melvin L. DeFleur .
Konsep komunikasi yang digunakan oleh Melvin L. DeFleur.
Melvin L. DeFleur menggambarkan model komunikasi massa alih-alih komunikasi anatrpribadi. Seperti diakui DeFleur, modelnya merupakan perluasan dari model-model yang dikemukankan para ahli lain, khususnya Shannon dan Weaver, dengan memasukan perangkat mediamassa (mass medium device) dan perangkat umpan balik (feedback device). Ia menggambarkan sumber (source), pemancar (transmitter) penerima ( receiver) dan sasaran (destination) sebagai fase-fase terpisah dalam proses komunikasi massa, serupa dengan fase-fase yang digambarkan Schramm (source, encoder, signal, decoder, destination) dalam prose komunikasi massa.
Transmitter dan receiver dalam model DeFleur, seperti juga Transmitter dan receiver dalam model Shannon dan Weaver, parallel dengan encoder dan decoder dalam model Schramm. Source dan transmitter adalah dua fase / fungsi yang berbeda yang dilakukan seseroang.
Fungsi receiver dalam model DeFleur adalah menerima informasi dan menyandi-baliknya –mengubah peristiwa fisik informasi menjadi pesan (system symbol yang signifikan). Dalam percakapan biasa, receiver ini merujuk kepada alat pendengan manusia, yang menerima getaran udara dan mengubahnya menjadi implus saraf, sehingga menjadi symbol verbal yang dapat dikenal. Dalam komunikasi tertulis, mekanisme visual mempunyai fungsi sejajar.
Menurut DeFleur komunikasi bukanlah pemindahan makna. Alih-laih, komunikasi terjadi lewat suatu operasi seperangkat komponen dalam suatu system teoritis, yang keonsekuensinya adalah isomorfisme (isomorphism) diantara respons internal (makna) terhadap seperangkat symbol tertentu pada pihak pengirim dan penerima. Isomorfisme makna merujuk pada upya membauta makna terkoordinasikan antara pengirim dan khalayak.
 
8. John C. ZAcharis dan Coleman C. Bender.
Konsep komunikasi yang digunakan oleh John C. ZAcharis dan Coleman C. Bender.
Model stimulus-respons (S - R) adalah model komunikasi paling asar. Model ini dipengaruhi oleh disiplin psikologi, khusunya yang beraliran behavioristik. Model tersebut menggambarkan hubungan stimulus-respons.
Stimulus Respons.
Model S - R
(Sumber: John C.Zacharis dan Coleman C. Bender, Speech communication: A Rational Approach. New York: John Wiley & Sons, 1976, hlm, 35)
Model ini menujukan komunikasi sebagai suatu proses “aksi reaksi” yang sangat sederhana. Model S – R mengamsusikan bahwa kata-kata verbal (lisan –tulisan), isyarat-isyarat nonverbal, gambar-gambar, dan tindakan-tindakan tertentu akan merangsang orang lain tuk memberikan respons dengan cara tertentu. Oleh karena itu proses ini sebagai pertukaran atau pemindahan informasi atau gagasan. Proses ini dapat bersifat timbale-balik dan mempunyai banyak efek. Setiap efek dapat mengubah tindakan komunikasi (communication act) berikutnya. Nsamun model S –R ini dapat pula berlangsung negative.
Model S – R mengabaikan komunikasi sebagai suatu proses, khususnya yang berkenaan dengan factor manusia. Secara implicit ada asumsi dalam S – R ini bahwa perilaku (respons) manusia dapat diramalkan. Ringkasnya, komunikasi dianggap sebagai sebagai statis, yang menganggp manusia selalu berprilaku karena kekuatan dari luar (stimulus), bukan berdasarkan kehendak, keinginan atau kemauan bebasnya. Model ini lebih sesuai bila diterapkan pada system pengendalian suhu udara laih-laih para perilaku manusia.
 
9. Gerbner (1959).
Konsep komunikasi yang digunakan oleh Melvin Gerbner.
Model yang diajukan oleh Gebner merupakan perluuasan dari moel Lasswell. Model ini terdiri dari model verbal dan model diagramatik. Model verbal Gerbner adalah sebagai berikut:
Seseorang (sumber, komunikator)
Mempersespsi suatu kejadian.
Dan bereksaksi.
Dlama suatu situasi.
Melalui suatu alat (saluran; media; rekayasa fisik; fasilitas administrative dan kelembagaan untuk distribusi dan control)
Unutk menyediakan materi.
Dalam suatu bentuk.
Dan konteks.
Yang mengandung isi
Yang mempunyai suatu kosekuensi.
Sementara itu, model diagramtik Gebner adalah seperti yang tampak berikut ini:
(Sumber: Wenner.J. Severin dan James W. Tankard Jr. Cpmunication Theories origins, Methods, and Uses in the Mass Media. New York: Logman, 1992, hlm, 52)

Model Diagramatik Gebner (dibandingkan model Shannnon dan Weaver)
Model Gerbner menujukan bahwa seseorang mempersepsi suatu kejadian dan mengirimkan suatu pesan kepada pesan transmitter yang pada gilirannya nmengirimkan sinyal kepada penerima (receiver); dalam transmisi itu sinyal menghadapi gangguan dan muncul sebagai SSEE bagi sasaran (destionation)
 
10. Judy C. Pearson dan Paul E Nelson.
Judy C. Pearson dan Paul E Nelson mengemukakan bahwa komunikasi ada dua fungsi umum. Pertama, untuk kelangsungan hidup diri-sendiri yang meliputi: keselamatan fisik, meningkatkan kesadaran diri, menampilkan diri kita sendiri kepada orang lain dan mencapai ambsisi pribadi. Kedua, untuk kelangsungan hidup masyarakat, tepatnya untuk memperbaiki hubungan social dan mengembangkan keberadaan sutau masyarakat.

Daftar pustaka:
(1) Al-Quran
(2) www.tokohindonesia.com / www.indonesianfamous.com
(3) www.wikipedia.org
(4) Mulayana, Deddy.M.A,Ph.d. 2002 “Ilmu Komunikas; Suatu Pengantar” Bandung. PT Remaja RosdaKarya.
(5) Heart, Michael. “Seratus Tokoh Yang paling Berpengaruh Di Dunia”.