Jumat, 02 Maret 2012

Bagaimanakah berhadapan dengan public?

By Ahmad Elqorni *)

Citra seseorang turut dipengaruhi oleh kemampuannya ketika menghadapi public. Bukan hanya persoalan prestise, namun seni menghadapi public memiliki hakikat berupa kecerdasan mengorganisir kalimat kedalam  jalan pikiran.
Public sendiri lebih berperan sebagai pelaku dan dalam public relations sangat diskriminatif dalam menentukan public artinya kegiatan public relations sebatas public tertentu saja dengan tujuan untuk mengefektifkan pengelolaan pesan.
Penentuan public ini bertujuan untuk mengiedentifkasi public yang tepat yang akan dijadikan sasaran, selain sebagai skala prioritas dalam kaitannya keterbatasan anggaran, penentuan media dan strategi public relations.

Keengganan berhadapan dengan public disebabkan ketakutan, sempitnya wawasan dan kurangnya pengalaman. Dale Carnegie ada beberapa syarat untuk menjadi pembicara public yaitu mulailah dengan motivasi kuat, ketahuilah sepenuhnya apa yang akan anda bicarakan, bicaralah dengan penuh keyakinan, kemudian berlatihlah…berlatihlah..berlatihlah.

Kita ketahui dulu hal-hal yang berhubungan dengan public berupa sikap, opini, citra dan issue.

         *         Public Dan Opini

PUBLIC sendiri adalah sosok yang terkadang banyak memfokuskan pada performance terkadang tidak pernah melihat apapun selain dirinya. Stimulus pribadi berupa suatu hal yang bermanfaat dan menguntungkan itulah yang akan didengar, termasuk figuritas personal-pun begitu kentara secara implusif diabaikan manakala tak sesuai dengan pencitraan dan kualitas individu.

Public juga bisa merupakan massa yang mengambang sehingga mudah dipengaruhi dan dikendalikan melalui komunikasi persuatif yang bersifat mendoktrin dan seiring dengan kuatnya sebuah wewenang dan kekuasaan seseorang. Seorang pemimpin yang berbicara akan lebih cepat diengar daripada seorang orasi hebat yang tidak dikenal oleh publiknya


John dewey mengartikan public sebagai unit social aktif yang terdiri dari semua pihak yang terlibat mengenali problem bersama yang akan mereka cari solusinya secara bersama-sama[1]. Frank Jefkin mengartikan kelompok atau orang-orang yang berkomunikasi dengan suatu organisasi,baik secara internal maupun eksternal[2]

Terkadang publikpun terpengaruh oleh mayoritas, dimana tingkat kelajiman dan prilaku yang mengakar bisa menghnetikan sebuah perubahan. Ingin merubah public, rubahlah opini prilaku mereka dengan hal-hal yang lebih kuat pengaruhnya dan pembentuk opini public inilah dasar untuk menguasai public dan opini ada dimedia social.

Gambaran tekanan opini public dapat diungkapkan oleh Russell Lowell seorang penulis dan editor atlantic monthly bahwa “tekanan dan opini public adalah seperti atmosfer. Anda tidak bisa melihatnya, tetapi tekanannya seberat 16 pon per inci persegi”[3]

Begitupun public-pun bisa berpengaruh berdasarkan pendapat mereka. Pendapat mereka lajim dikatakan dengan opini yang diartikan sebagai sebuah “ekspresi energy social yang mengintegrasikan actor individual kedlaam pengelompokan social dengan cara yang mempengaruhi politik”[4]. Dari definsi daiatas, Lebih lanjut cutlip (2007:239-241) menyimpulkan kalau opini public dapat dilihat dari :
a)    Arah opini mengidentifkasikan kualitas evaluative dari predisposisi, yang memberitahu kita evaluasi, “positif-negative-netral”
b)    Pengakuan intensitas meneunjukan seberapa kuatkah perasaan orang terhadap opini mereka apapun arahnya.
c)    Stabilitas mengacu pada sberapa lama responden emnganut arah dan intensitas perasaan yang sama.
d)    Dukungan informasional mengacu pada seberapa banyak pengetahuan public terhadap objek opini.
e)    Pengkuran dukungan social memberikan bukti tentang sejauhmana orang menganggap opini mereka juga didukung oleh orang lain dalam lingkungan social mereka.

Artinya jangan takut opini dan jangan menghindari kalau opini terbentuk karena public memiliki berbagai orientasi dan tanggapan antara lain :
a)    All Issue Public , bersikap aktif dalam semua isu,
b)    Apathetic Public,  tidak memperhatikan atau tidak aktif terhadap semua isu,
c)    Singles-Isue Public, aktif pada satu atau sejumlah isu terbatas,
d)    Hot-Sue Public, baru aktif setelah media mengekspos hamper semua orang dan isu menjadi topic social yang dieprbincangakn secara luas.

         *         Sikap dan opini.
Sikap adalah predisposisi atau preferensi lintas-situasional bereknaan dengan sbuah objekOpini terbentuk karena ada tanggapan orientasi public yang dipengaruhi oleh kerangka referensi evaluative berupa nilai dan kepentingan.kognisi berupa pengetahuan dan keyakinan, afeksi berupa perasaan serta kecenderungan (conation) berupa niat prilaku.

Menurut price dan Robert dalam public opinion processes dari kutipan Cutlip[5] mengungkapkan para sarjana pada umumnya membedakan antara sikap dan opini dengan dua cara :
1)    Opini umunya dianggap sebagai respon verbal dan jelas terhadap stimulus spesifik (sebuah isu) sedangkan sikap adalah kecenderungan umum yang lebih mendasar untuk memberikan respon mendukung atau menolak serangkaian stimulus. Opini sifatnya situasional sedangkan sikap lebih lama melekat dalam diri seseorang dalam berbagai situsi.
2)    Kandungn opini dinggp lebih bnyak sisi kognitifnya ketimbang afektifnya…sikap adalah orientasi intuitif yang cepat sedangkan opini adalah pilihan yang diikir masak-masak untuk melakukn sebuh tindkan dalam matrik social.


[1] John dewey, the public and it’s a problems, henry holt and company, new York, 1927:15
[2] Frank jefkin, public relations, terj haris munandar, erlangga, Jakarta, 2004:80
[3] Dari kutipan Scott M. Kutlip, et.al, efektive public relations, terj. Tri wibowo, kencana, Jakarta, 2007:238
[4] Ibid, 2007:239
[5] Ibid, cutlip, 2007:245

*) Dosen Manajemen dan PR, STBA-JIA Bekasi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...