Kamis, 27 Mei 2010

Tipologi Teori Komunikasi Massa


1. Menurut Ilmu yang melatarbelakangia. Ilmu Psikologi: Hypodermic Needle Theory, Media Equation Theory, Uses and Gratification Theory, dan Media Critical Theory
b. Ilmu Antropologi: Cultivation Theory, Cultural Imperialism Theory
c. Ilmu Sosiologi: Spiral of Silence Theory, Diffusion of Innovation Theory, Agenda setting Theory
d. Ilmu Fisika : Technological Determinism Theory
2. Menurut salurannyaa. Langsung kepada sasaran atau audiens khusus: Spiral of Silence Theory
b. Menggunakan media tertentu: Hypodermic Needle Theory, Cultivation Theory, Cultural Imperialism Theory, Media Equation Theory, Technological Determinism Theory, Uses and Gratification Theory, Agenda setting Theory, Media Critical Theory, dan Diffusion of Innovation Theory
3. Menurut partisipasi audiensa. Partisipasi aktif: Diffusion of Innovation Theory, dan Uses and Gratification Theory
b. Partisipasi pasif: Hypodermic Needle Theory,Cultivation Theory, Cultural Imperialism Theory, Media Equation Theory, Spiral of Silence Theory, Technological Determinism Theory, Agenda setting Theory, dan Media Critical Theory


3. Komunikasi massa menurut bentuknyaa. Surat kabar
b. Majalah
c. Radio siaran
d. Televisi
e. Film
f. Komputer dan Internet
4. Komunikasi Massa menurut Fungsinyaa. Informasi
b. Hiburan
c. Persuasi
d. Transmisi Budaya
e. Mendorong Kohesi Sosial
f. Pengawasan
g. Korelasi
h. Pewarisan sosial
5. Komunikasi massa menurut modelnyaa. Model aliran dua tahap
b. Model aliran banyak tahap
c. Model Melvin DeFleur
d. Model Michael W Gamble
e. Model HUB
f. Model Bruce Westley dan Malcon McLean
g. Model Malezke
h. Model Bryant dan Wallace
6. Komunikasi Massa menurut efeknyaa. Efek primer
b. Efek sekunder
c. Efek tidak terbatas
d. Efek terbatas
e. Efek moderat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...