Minggu, 20 Juni 2010

MENULIS BERITA

Prinsip dasar penulisan
Setiap tulisan mengenai publik, mulai dari gagasan, kemudian melalui pengembangan, sampai pada naskah akhir, merupakan hasil dari beberapa tingkat keputusan. Mantan wartawan Wall Street Journal Rodald Buel mengatakan, jurnalisme mempunyai lima lapisan keputusan:
  1. Penugasan (data asignment): yang menentukan apa yang layak diliput dan mengapa?
  2. Pengumpulan (data collecting): yang menentukan bila informasi yang dikumpulkan itu cukup?
  3. Evaluasi (data evaluation): yang menentukan apa yang penting untuk dimasukkan dalam berita?
  4. Penulisan (data writing): yang menentukan kata-kata apa yang perlu digunakan?
  5. Penyuntingan (data editing): yang menentukan, berita mana yang perlu diberikan judul yang besar dan dimuat di halaman muka, tulisan mana yang perlu dipotong, cerita mana yang perlu diubah
DeNeen L Brown dari Washington Post mengatakan," tulisan yang baik mensyaratkan penulisnya:
  • Menempatkan diri dalam cerita
  • Jujurlah dalam berbahasa. 
Menyesuaikan bahasa dengan peristiwanya (berita, seharusnya tidak lebih hebat, dengan memanipulasi kata-kata, daripada kejadiannya sendiri.Jangan mulai menulis dengan gaya, utamakan informasiPengungkapan detail khusus, kutipan, statistik, catatan2 dan faktaBiarlah fakta yang bercerita, bangunlah cerita dengan informasi

Petunjuk proses penulisan:
  • Ingat fokus
Berita harus memiliki gagasan utama. Letakkan fokus sebagai pegangan. Pilih hanya bahan yang ada hubungannya dengan fokus
  • Tulis banyak lead
Daripada berkutat mencari lead yang sempurna, lebih baik menulis beberapa lead. Kemudian teruskan menulis sisa beritanya. Pilih satu lead ketika selesai menulis.
  • Perbaiki kemudian
Jangan berhenti menulis jika terbentur pada kalimat atau paragraf yang rasanya tidak benar. Berilah tanda. Setelah selesai menulis, kembalilah dan perbaiki. Jangan melambat karena ingin sempurna selagi membuat konsep berita. Ingat akan kendala waktu (deadline).
  • Gunakan teknik tanya jawab
Ketika sedang menulis, apakah suatu paragraf membangkitkan pertanyaan yang perlu dijawab pada paragraf berikutnya? Coba mengantisipasi pertanyaan pembaca dan menjawabnya.
  • Baca keras-keras
Jika sedang berkutat dengan suatu kalimat yang rasanya tidak benar, bacalah keras-keras. Juga setelah selesai menulis. Akan terdengar bagian yang tidak cocok yang tidak tertangkap oleh mata. Perbaikilah.
  • Periksa akurasi
Baca ulang dan periksa nama, judul, tanda baca, dan kutipan-kutipan. Pastikan bahwa nama yang dihubungkan dengan suatu kutipan itu benar. Periksa juga salah ketik dan ejaan.
  • Bukan sekadar mengetik
Seorang wartawan menulis berita, bukan mengetik (writing is not typing ). Dengan menulis, Anda menggunakan semua daya pikiran dan perasaan. Anda menulis dengan hati. Semua gagasan, data yang dikumpulkan, anda tumpahkan dalam suatu konsep (draft). Konsep ini masih belum layak berita. Anda masih harus memperbaiki, menyunting, dan kalau perlu menambah serta menulis ulang agar akurat dan menjadi jelas bagi pembaca. Untuk pekerjaan mengedit inilah diperlukan pemikiran (you write with your heart, you edit with your brain). Semua usaha ini dijalanka agar berita yang disajikan menarik untuk dibaca, terutama dalam persaingan dengan media elektronik.
  • Pikiran jenih
Penulisan yang baik adalah menanggalkan setiap kalimat sampai pada komponen yang terbersih. Setiap kata yang tidak ada fungsinya, setiap kata atau kalimat panjang yang bisa dipendekkan, setiap kata tambahan yang mempunyai arti sama dengan yang sudah ada dalam kata kerja, setiap bentuk pasif yang membuat pembaca ragu tentang siapa yang berbuat apa, semua ini adalah pencemar yang melemahkan kekuatan suatu kalimat. Bagaimana melepaskan diri dari kekacauan ini? Jawabannya adalah pikiran kita harus bersih dari kekacauan. Pikiran jernih menghasilkan tulisan yang jelas, keduanya tidak bisa dipisahkan.
  • Fokus
Sebelum menulis berita, wartawan harus menentukan fokusnya dulu. Fokus ini merupakan intisari dari cerita yang akan ditulis. Ada beberapa cara untuk memulai tulisan atau mengorganisasi berita. Banyak penulis yang menghabiskan waktu bersusah payah memikirkan suatu kalimat pembuka yang sempurna tanpa memikirkan struktur cerita secara keseluruhan. Akibatnya terkadang menjadi buntu atau frustasi. Menurut Carole Rich (dalam bukunya Writing and Reporting News) kalimat yang merupakan gagasan utama dan fokus sentral yang dimiliki berita, harus tidak lebih dari 25 kata. Tapi ini sekadar pegangan, jangan terpaku jumlah kata tersebut. Ini sekadar pegangan, itupun bagi pembaca yang berbahasa Inggris. Yang penting, sampaikan pembukaan ini dengan kalimat langsung, singkat, ringkas, jelas. Jangan berpanjang-panjang.

Setelah mendapat fokus, wartawan harus memilih informasi yang akan mendukung gagasan dasar atau fokus itu. Informasi ini biasanya berisi keterangan yang menjawab keingintahuan atau pertanyaan pembaca setelah membaca fokus berita. Itulah kunci untuk mengorganisasi berita; ada awal yang disebut lead; ada pertengahan yang disebut tubuh (body) dan penutup (ending).

Lead: kalimat yang mengajak/mengusik pembaca agar mau melanjutkan baca. Isinya satu atau beberapa fakta dasar: siapa, apa, bila, di mana, mengapa, bagaimana, lalu apa (5w+1h), namun sekarang perlu ditambah unsur ‘’So What’’ yang menyelidiki kedalaman implikasi suatu peristiwa atau situasi. Kebanyakan peristiwa tidak berdiri sendiri, mereka berhubungan dengan perkembangan dan isu yang menjadi perhatian masyarakat.
 
Body: berisi fakta atau kutipan yang mendukung lead, termasuk menyebutkan (attribution) sumber informasi.
 
Ending: umumnya berisi kutipan sumber utama yang menyimpulkan isu keseluruhan, penjelasan mengenai tindakan selanjutnya atau fakta tambahan lain.
 
Kiss and tell
Bagi wartawan prinsip yang juga bisa dijadikan model adalah: menulislah untuk orang lain seperti anda menginginkan orang lain menulis untuk anda. David L Grey (profesor dalam bidang jurnalisme) merumuskan langkah penulisan dalam The Writing Process:
  1. Pra-penulisan (konsep, observasi, mencek sumber, wawancara)
  2. Penulisan
  3. Penulisan ulang dan penyuntingan
  4. Reaksi dan evaluasi
Ada moto dalam penulisan berita, kiss (keep it short and simple) and tell. Usahakan tulisan itu singkat dan sederhana, hindari kalimat rumit, pilih kalimat yang pendek dan tepat, serta berceritalah. Hal ini untuk membedakan dengan suatu laporan yang birokratik, yang menggunakan bahasa formal. Kiss ditujukan agar wartawan tidak menulis berlebihan (overwriting). Misalnya, wartawan menulis seribu kata, padahal bisa diringkas menjadi tiga paragraf pendek. Mencoba memasukkan terlalu banyak informasi atau menggunakan informasi tanpa mengorganisasi akan menghasilkan tulisan yang semrawut. Pepatah mengatakan terlalu banyak bumbu akan merusak rasa. Jangan bertindak seperti gurita yang menggunakan tintanya bukan untuk menerangkan melainkan untuk mengaburkan (octopus writing). Wartawan harus ingat, tidak menyajikan lebih dari yang ingin diketahui pembaca.
  • Buatlah melihat
Wartawan yang baik, apa pun latar belakang dan kepribadiannya harus mampu mencapai inti permasalahan suatu peristiwa dan kemudian menempatkan pembaca di sana, membuatnya melihat, membuatnya mendengar, membuatnya mengerti.
  • Rewriting
Ada yang mengatakan menulis itu gampang, orang tidak perlu menulis ulang (rewriting). Namun bila sedang tertekan maka tulisan pun akan terpengaruh, sehingga perlu jalan-jalan atau mancing J. Namun William Zinsser, pengarang On Writing Well mengatakan menulis itu tidak mudah, dan kata-kata tidak mengalir begitu saja. Menulis ulang adalah inti dari penulisan. Penulis profesional menulis ulang kalimat mereka berkali kali dan kemudian menulis ulang apa yang sudah mereka tulis ulang. Hal ini untuk mendapatkan tulisan yang press claar.

Sepuluh prinsip menulis
  • Usahakan agar kalimat rata-rata pendek
Kunci dari pernyataan ini adalah pada kata rata-rata. Panjang kalimat harus berbeda kalau ingin menyelamatkan pembaca dari kebosanan. Jangan menggempur pembaca terus menerus dengan kalimat yang membosankan dan berulang.
  • Pilih yang sederhana daripada yang kompleks
Di sini ditegaskan kata pilih. Prinsip ini tidak melarang penggunaan bentuk yang kompleks. Ada
saatnya bentuk kompleks adalah yang terbaik, tapi jika ada pilihan, pilihlah yang sederhana. Rahasia dari penulisan yang baik adalah menanggalkan setiap kalimat sampai pada komponen terbersih.
  • Pilihlah kata-kata yang lazim
Dalam menyampaikan pesan anda harus menghubungkan pikiran anda dengan pengalaman orang lain. Kata-kata yang pendek, sederhana yang lazim bagi setiap orang adalah yang terbaik. Hindari yang rumit, yang megah, yang genit dan yang berbunga-bunga
  • Hindari kata-kata yang tidak perlu
Bagian terbesar dari semua usaha dan penulisan jurnalistik diperlemah dengan kata-kata yang tidak berarti. Kata-kata demikian menjemukan pembaca dan memudarkan perhatian.
  • Beri kekuatan pada kata kerja
Kata kerja aktif yang kuat dalam penulisan akan memberikan lonjakan dan menahan perhatian pembaca, penggunaan kalimat aktif dinilai lebih langsung dan kuat daripada kalimat pasif. Penulis yang baik rajin mencari kombinasi kata-kata yang tepat dan kata kerja yang paling kuat.
  • Tulislah sebagaimana anda berbicara
Wartawan harus berusaha menghindari bahasa formal, yang kaku, terutama dalam lead. Ringkasan kekuatan dari berita ke dalam paragraf lead. Tetapi jangan hambat pembaca dengan akronim dan detail-detail tambahan.
  • Gunakan istilah yang bisa digambarkan oleh pembaca
Hindari penulisan yang samar! Wartawan olah raga yang sudah bertahun-tahun meliput pertandingan tenis tahu, misalnya apa yang disebut wildcard. Tapi wartawan tak boleh berasumsi bahwa semua pembaca tahu. Bila kata itu mau dipakai, maka harus ada penjelasan sehingga dapat dimengerti oleh semua pembaca. Mis: ‘’Gaby mendapat wildcard dalam pertandingan tenis Indonesian Open, yang berarti bahwa meskipun peringkatnya masih rendah dan karena itu harus mengikuti babak kualifikasi, namun ia mendapat fasilitas khusus untuk langsung masuk dalam babak utama untuk bertanding melawan unggulan ketiga, Amanda’’
  • Hubungkan dengan pengalaman pembaca anda
Suatu pernyataan yang diputus atau dipisah dari konteksnya adalah suatu bentuk yang mengambang. Harus ada referensi lain, suatu dasar yang memberikannya pegangan dan arti. Dan Anda tidak bisa menyerahkannya kepada pembaca dari apa yang ada di hadapannya untuk membangun dasar itu. Apa artinya bagi pembaca suatu penambahan anggaran kota sebesar Rp 10 miliar? Banyak pembaca yang tidak mengerti itu. Tetapi mereka mengerti bahwa kenaikan ini akan berdampak pada pertambahan pajak yang harus mereka bayar. Jabarkanlah ini dan ceritakan kepada pembaca tentang penambahan pajak yang akan membebani mereka.
  • Gunakan sepenuhnya variasi  
Setiap penulis, dengan cara ia menggunakan bahasa, mengungkap sesuatu tentang semangatnya, kebiasannya, kemampuannya, dan prasangkanya. Hal ini tidak bisa dielakkan dan memang menyenangkan. Semua penulisan adalah komunikasi; penulisan kreatif adalah komunikasi melalui pengungkapan, ini adalah ‘’diri’’ yang melepaskan diri ke keterbukaan. Tidak ada penulis yang bertahan lama incognito. Gaya (style) harus dikembangkan. Seseorang tidak bisa dipuaskan dengan hanya meniru. Anda harus mampu menilai setiap situasi baru, melihat perbedaan, memilih kata-kata yang tepat untuk melakukan pekerjaan anda dengan baik. Untuk semua ini diperlukan pengetahuan yang luas tentang fleksibilitas dan variasi dari bahasa.Menulislah untuk menyatakan, bukan untuk mempengaruhi. Tidak perlu memakai kata kata yang muluk untuk membuat orang terheran-heran atau kagum.

BUKU ACUAN: 
  • Catatan-catatan Jurnalisme Dasar; Luwi Ishwara; Penerbit Buku Kompas Jakarta; Desember 2005
  • Vademekum Wartawan, Reportase Dasar; Parakitri T Simbolon; Kepustakaan Populer Gramedia Jakarta; Juni 2006

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...