Kamis, 01 Juni 2017

Politik Bahasa Penguasa

Penulis           : Fathur Rokhman, Suratman
Penerbit         : Kompas
Tebal Buku     : 298 Halaman
Isbn                  : 978-602-412-157-0
........................................................................
Bahasa telah menjadi piranti yang sangat penting dalam kehidupan umat manusia. Dalam aktifitasnya manusia memanfaatkan bahasa, baik dalam bentuk tulisan, lisan maupun simbol grafis. Tidak sekedar untuk memenuhi kebutuhan praktis berkomunikasi, bahasa juga di gunakan dalam aktifitas bernalar. Bahasa adalah gambaran proses kognitif seseorang. 

Ketika dia menyerap informasi sekaligus saat dia mengekpresikannya. Bahkan, bahasa memiliki peranan sentral dalam kehidupan spiritual manusia untuk menjalin hubungan yang lebih erat dengan penciptanya.Oleh karena itu, bahasa tidak dapat dipisahkan dari hal-hal ideologis bahkan supranatural.

Bahasa adalah alat bantu bagi manusia untuk mengenali diri sendiri dan hal-hal di sekitarnya.dalam kata lain bahasa dapat diartikan sebagai gambar dunia (imago muni). Hermanto (2009) menyebutkan, Ia sentral karya Wittgenstein yang pertama ini adalah teori gambar(picture theory), yaitu bahwa proposisi adalah gambar dari realitas. Suatu gambar dapat menampilkan apa yang digambarkan jika ada kesamaan struktur antara keduanya.Struktur yang dimaksud adalah susunan atau kaitan logis tertentu antara elemen-elemen yang membentuk sesuatu.

Adapun Mcluhan mengartikan medium dalam perspektif yang amat luas.Ia mengatakan bahwa bola lampu juga sebagai medium. Meski tak memiliki konten sebagaimana koran memiliki kolom dan rdio yang memiliki program, Namun lampu mampu merekayasa perilaku sosial seseorang atau kelompok.lampu yang berpijar mampu mengubah sebuah sudut yang gelap menjadi terang.sudut yang terang memungkinkan terjadinya aktifitas, pertemuan, atau perbincangan. Fungsi bahasa sebagai identitas berkait paut dengan fungsi ideologisnya. Bahasa, selain digunakan manusia untuk merespons terhadap wacana yang berkembang. Bahasa juga jadi pembeda antar kelas dan sekaligus meriwayatkan pertentangan kelas atas dengan kelas bawah.para priyai dijawa juga gemar membuat pembeda simbolik untuk mengukuhkan kekuasaan atas kawula alit. kesadaran terhadap pentingnya bahasa bermula ketika kekuasaan tiran mulai punah di sisilia,daerah koloniyunani dilaut tengah. saat itu kebebasan berbicara mulai dijunjung tinggi. sebagai respon dari kejadian itu, sejak abad ke-5 SM mulai didirikan sekolah-sekolah retorika di Athena dan wilayah kekuasaan kerajaan yunani yang berbudaya helenistis.

Bahasa sangat berkaitan dengan dunia pikiran manusia, baik dalam peroses produksi maupun resepsi bahasa.Semakin rumit konsep dalam pikiran penutur, ia akan memerlukan lebih banyak kosakata untuk menggambarkannya. Bentuk gramatikalnya juga akan bertambah sulit. ini mengakibatkan penggambaran yang seharusnya utuh menjadi separuh.dan akhirnya komunikasi pun menjadi terkendala. Dell Hymes (dalam Dijk, 2008) menyodorkan rumus Speaking untuk memahami situasi sosial yang memengaruhi makna tuturan menurutnya, upaya mencari makna pragmatik harus diimbangi dengan penyelidikan terhadap: setting (latar fisik dan batin), partisipants(aktor), keys(nada), and(tujuan akhir), act sequence(urutan tindakan), instrumentalities(saluran), norms(norma),dan genre(jenis tutur).

Tidak ada hubungan antar manusia yang lebih langgeng dari hubungan kekuasaan.sejarah kekuasaan sama tuanya dengan sejarah manusia itu sendiri.persoalaan kekuasaan hadir dalam tiap interaksi.manusia satu dengan manusia lainnya dihubungkan oleh kekuasaan: menguasai, dikuasai, atau kedua-duanya.Ambisi berkuasa melekat pada tiap manusia,menjadi penandainsani yangtampaknya akan abadi. Kemampuan merupakan kuantita-kuantita yang dimiliki individu agar dapat mengatasi tantangan dan persoalan.sebagai contoh, orang-orang astec di amerika tidak selalu memilih anggota terkekar sebagai pemimpin, keriteria demikian lebih cocok menjadi panglima pelang atau algojo. Pemimpin tertinggi lazimnya adalah anggota senior yang memiliki kepekaan tinggi akibat koneksinya dengan hal-hal magis , kemampuam magis adalah perkakas penting bagi kelompok yang kerap berhadapan dengan bencana alam.Kemampuan tersebut juga berguna dalam pertempuran.

Dalam kaitannya dengan kekuasaan, teori lain yang patut dibahas adalah produksi kultural yang dikemukakan Pierre Bourdieu. Ia menawarkan konsep strategi kekuasaan melalui penjelasan-penjelasan estetika dan selera.dengan cara itu, ia sekaligus menunjukkan bahwa kekuasaan dimainkan pada bidang kehidupan yang sangat personal. Dalam pandangan Bourdeui-jika tidak salah tafsir-jazz, ikan, marmer, dan lamborghini hanyalah simbol. Barang-barang itu digunakan sekelompok dominan untuk menegaskan bahwa dirinya jauh lebih baik dari kelompok yang terdominan dan karena mereka lebih baik, mereka berupaya meyakinkan kelompok terdominasi bahwa mereka harus diikiti,ditiruti,dan ditakuti.

Ada nasihat Machiavelli yang tampaknya begitu berguna bagi para penguasa, baik dulu maupun kini. Penguasa”katanya,”tidak perlu memiliki semua kualitas yang bagus, tetapi perlu dianggap berkualitas”. Konsep ini telah menginspirasi para penguasa di berbagai belahan dunia untuk meneguhkan kekuasaannya. Untuk mencapai tujuan itu, bahasa diberdayakan dengan sedemikian rupa. Nasihat Machiavelli dituliskan dalam the prince (Pennsylvania University) yang ditulisnya sebagai nasihat bagi raja Lorenzo de” Madici diitalia. Pandangan politiknya khas karena cenderung mendukung tiran, bertolak belakang dengan pemikir lain yang memihak rakyat. Sebagai simbol simbolik, bahasa telah digunakan para penguasa untuk mengukuhkan kekuasaanya.pengukuhan kekuasaan, pertama kali, dilakukan dengan mengendalikan nalar publik dengan wacana yang berciri absolut. 

Gill (2012) mengungkapkan, propaganda akan berfungsi efektif jika memenuhi tiga syarat.Pertama, ide atau opini harus terhubung secara kuat dengan target publik. Kedua, respons optimistis dengan ide atau pendapat diperkuat dengan manipulasi,seperti yang sering disebut dimedia dan disajikan sebagai berita, ketiga,opini disajikan secarara samar, tetapi publik tidak menyadari bahwa opini tersebut sudah di manipulasi. Adapun Jowett dan O’Donnell (2012) menganalisis bagaimana propaganda bekerja pada masyarakat modern. Hal mendasar yang dikemukakan keduanya adalah bahwa propaganda adalah struktur yang kompleks karena melibatkan isi dan bentuk pesan, agen, media, jaringan sosial dan berakhir pada respon publik sasaran.

Indonesia adalah kata benda, kata sifat, sekaligus kata kerja.sebagai kata benda, indonesia adalah wilayah dan bangsa. Kedua-duanya berwujud dan terhitung.sebagai kata kerja, indonesia adalah ikhtiar ”menjadi” bangsa yang besar dan mandiri. Sebagai kata kerja, indonesia adalah jatuh bangun sekelompok manusia terjajah yang membulatkan tekat untuk merdeka bersama-sama.

Istilah Indonesia, demikian menurut Doyin, Mukh dan Wagiran (2012), muncul pertama kali dari Journal Of The Indian Archipelago And Eastern Asia (JIAEA) yang terbit pada 1847 disingapura. Pengelola journal ini adalah James Richardson Logan, pria scotlandia. Etnograf dari inggris George Samuel Windsor Earl menulis artikel “ On The Leading Nations”. Menurut Earl sudah saatnya bagi penduduk kepulauan hindia atau kepulauan melayu untuk menggunakan nama sendiri. Earl mengajikan dua pilihan yakni Indunesia dan Malayunesia. 

Pada tahun 1884 guru besar Etnologi University Of Berlin Adolf Bastian menerbitkan buku Indonesien: Oder, Die Inseln De Malayischen archipel yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara dikepulauan itu antara 1864 hingga 1880, berkat buku inilah, nama “indonesia” populer dikalangan sarjana belanda.akan tetapi ,hingga sejauh itu “indonesia”masih dipahami sebagai sebuah satuan geografis. Indonesia belum menjadi sebuah entitas bangsa yang hidup dalam komunitas kebangsaan yang memiliki identitas, cita-cita, sekaligus “kehendak”.

Dalam catatan Hoed (2004) perhatian Soeharto terhadap bahasa sudah dimulai sejak tahun 1972. Saat menyampaikan amanat kenegaraan pada hari kemerdekaan, ia mengungkapkan bahwa ketertiban bahasa adalah salah satu kunci keberhasilan pembangunan. keberhasilan program penertiban bahasa dinilai sama pentingnya dengan program Keluarga Berencana.Ada 3 terma yang jadi visi utama amanat Soeharto, yakni”benar”, ”Baik”, dan “Tertib”.Ketiga konsep itu dikaitkan dengan kesuksesan “Pembangunan” Bangsa.

Menurut Budiyono (2008) Bahasa politik, Diera electoral, yang baik perlu memenuhi 3 syarat, yakni informatif, partisipatif dan menggerakkan. Syarat pertama perlu dipenuhi supaya konstituen bias memahami pesan yang di sampaikan. Syarat yang kedua perlu dipenuhi supaya konstituen tidak ditempatkan sebagai objek, melainkan juga pelaku. Adapun syarat yang ketiga perlu dipenuhi karena politik berkaitan dengan tindakan. Bahasa politik didesain untuk mendorong dan memotivasi pendengar melakukan politik yang sesuai keinginan aktor politik.

Untuk meraih keuntungan, para industriawan tidak cukup melakukan inovasi produksi secara masal dengan ongkor yang efisien. Mereka juga harus memastikan barangnya dikenal, diminati, dan kemudian dibeli konsumen. Bahasa iklan telah berkembang demikian pesat dalam satu abat terakhir. Para prancang iklan merevolusi bahasa sehingga memiliki daya persuasi yang sangat kuat. Iklan telah menjadi objek yang sangat penting dalam dunia perdagangan, karena dirancang untuk mengubah perilaku masyarakat menjadi masyarakat konsumsi.

Penasihat pengembangan diri John Maxwell (2011) mengemukakan bahwa manusia modern menerima sekitar 35 ribu pesan setiap hari.pesan diterima sejak membuka mata hingga ia memejamkan mata kembali.kemana ia pergi, manusia akan terus menerima pesan dari lingkungan disekitarnya. Fakta ini agaknya telah disadari oleh pembuat iklan. Sehingga mereka terus berinovasi mengemas iklan menjadi menarik. Vaughn (1985) menganalisi, agar berhasil, iklan harus dapat bekerja pada empat kuadran sekaligus, yakni kuadran informative, kuatran afektif, kuadran kebiasaan, dan kuadran kepuasan.

Ketika hukum dibuat para perancangnya mengandaikan sebuah aturan yang bias membawa kebaikan bersama.hukum adalah sebuah system berfikir. Sebagai system berfikir, hukum mereka realitas yang kompleks agar disederhanakan dalam sebuah system logika. sebagai system berfikir, hukum memuat keteraturan yang menghubungkan variable satu dengan variable lain secara logis. Suteki (2012) para penegak hukum yang hanya bersandar pada teks akan selamanya menjadi tawanan UU dan akan terus terkungkung.polemik menjadi kian runcing ketika menjadi dalam proses penegakan hukum yang melibatkan subjek hukum yang kongkret.

Bagai penganutnya Agama adalah benar karena datang dari Dzat Yang Maha Benar Tuhan. Ajaran agama diturunkan kepada manusia melalui para utusan yang diyakini benar perkataanya. Lings (1991) menulis bahwa  wahyu  datang kepada Muhammad dengan dua cara, terkadang seperti bunyi bel dan terkadang malaikat menampak kandiri dalam bentuk manusia dan berbicara dengan bahasa yang dipahaminya. Mengenai bahasa kitab suci, tantangan muncul pada dua tingkat sekaligus, yakni penerjemahan dan tafsir.untuk melaksanakan pesan moral kitab suci, umat beragama harus lebih dulu menerjemahkan kitab suci dalam bahasa yang dipahami. 

Mahfutz (2010) mengungkapkan,setidaknya terdapat tiga perbedaan antara tafsir kelasik dengan tafsir modern pascah-abduh.yang pertama ,tafsir kelasik didasarkan pada riwayat dan intuisi saja,tafsir modern memanfaatkan temuan-temuan baru.kedua,tafsir kelasik terbatas pada tema-tema tertentu,pada tafsir modern sudah diwarnai dengan analisis linguistic dan filologi.ketiga,tafsir kelasik berkutat pada masalah penangkapan Al-Quran,Tetapi pada tafsir modern bersinggungan dengan sosiologis umat.

Pekerjaan jurnalis merupakan pekerjaan mengabarkan peristiwa actual tentang sesuatu yang terjadi disekitar dan penting diketahui oleh masyarakat.dalam analisis Strauss (2007) terhadap isi siaran RTLM, diketahui bahwa radio itu memang memprovoksi pendengarnya melakukan aksi kekerasan.pilihan kata yang digunakan penyiar  terdengar emosional dan dipenuhi kebencian .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar